Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 – Begini Penjelasannya

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-499, Ketum AsMEN Cetuskan Gagasan Indonesia Bebas Utang – Begini Penjelasannya

Optimisme untuk Indonesia: Gagasan Amich Alhumami pada Peringatan 1 Syuro 1448 H. Al Zaytun – Begini Penjelasannya

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Netizen Voice
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Netizen Voice
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif – Begini Penjelasannya
Terkini

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif – Begini Penjelasannya

penulisBy penulisJuni 5, 2026 4:22 am002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Yogyakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 dilakukan secara objektif berdasarkan data dan indikator kinerja yang terukur. Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek, seperti penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, creative financing, pengendalian inflasi daerah, serta penurunan tingkat pengangguran.

“Tim yang menilai betul-betul saya awasi. Dan saya menyatakan bahwa inilah kredibilitas Kemendagri. Harus kita jaga. Kalau tidak, akan kehilangan marwah kalau misalnya diatur-atur,” ujar Mendagri kepada awak media usai menghadiri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Hotel Marriott Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026) malam.

Mendagri menjelaskan, penilaian dilakukan menggunakan data kuantitatif yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut bersumber dari indikator-indikator yang selama ini menjadi perhatian pemerintah, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi. Khusus untuk inflasi, perkembangan datanya terus dipantau dan diperbarui setiap minggunya.

Lebih lanjut, Mendagri mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membagi pelaksanaan Apresiasi Pemda ke dalam enam regional. Skema tersebut diterapkan agar kompetisi berlangsung lebih proporsional dan memberikan kesempatan yang setara bagi daerah untuk berkompetisi sesuai karakteristik serta kapasitas masing-masing.

Selain menghadiri Apresiasi Pemda, Mendagri juga mengikuti sejumlah agenda strategis lainnya di Yogyakarta. Kegiatan tersebut di antaranya terkait program perumahan rakyat dan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali. Menurutnya, berbagai agenda tersebut saling berkaitan dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas nasional.

“Masalah perumahan ini berhubungan langsung, berbanding lurus dengan kemiskinan, pengangguran, kemiskinan ekstrem. Akar masalah yang utamanya di rumah. [Manfaat] program ini besar sekali. Kemudian Rapat Forkopimda oleh Menko Polkam. Jadi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan,” tambahnya.

Ia menuturkan, rangkaian Apresiasi Pemda akan terus berlanjut di berbagai wilayah, termasuk di regional Papua. Melalui kegiatan tersebut, Mendagri berharap daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sekaligus acara ini untuk memberikan message kepada publik bahwa terlepas tadi ada beberapa kepala daerah yang mungkin menghadapi masalah hukum, [tapi] cukup banyak kepala daerah yang peduli kepada rakyatnya. Berprestasi, bisa menangani kemiskinan, pengangguran, kemudian inflasi,” tandasnya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWhat are the Top Sodium Food Sources in the United States?
Next Article Rekomendasi Guru Besar dan Cendikiawan Indonesia dengan tema “Transformasi Revolusional Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi” – Begini Penjelasannya
penulis

Related Posts

Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 – Begini Penjelasannya

Juni 19, 2026 5:47 am

Menjelang HUT DKI Jakarta ke-499, Ketum AsMEN Cetuskan Gagasan Indonesia Bebas Utang – Begini Penjelasannya

Juni 18, 2026 7:59 pm

Optimisme untuk Indonesia: Gagasan Amich Alhumami pada Peringatan 1 Syuro 1448 H. Al Zaytun – Begini Penjelasannya

Juni 17, 2026 3:51 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Rekomendasi Guru Besar dan Cendikiawan Indonesia dengan tema “Transformasi Revolusional Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi” – Begini Penjelasannya

Juni 5, 2026 5:01 am2 Views

Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim – Begini Penjelasannya

Juni 6, 2026 11:00 am1 Views

50 Guru Besar Deklarasi Pendidikan Indonesia Raya Abadi demi Transformasi Pendidikan Abad ke-22 – Begini Penjelasannya

Juni 5, 2026 8:50 am1 Views
© 2026 netizenvoice. Designed by netizenvoice.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.